Skip to main content

Posts

Featured

Tips Membaca, Merangkum, dan Membuat Resensi bagi Orang Sulit Fokus

pixabay

Beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa ternyata sulit sekali untuk menjadi fokus dalam membaca. Padahal, waktu sekolah dulu, sepertinya hal-hal semacam itu bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. 
Dulu, saya sanggup membaca novel terbaru Harry Potter (yang semakin lama semakin mirip kamus itu) seharian. Fokus saya tetap terjaga. Kenapa sekarang tidak?
Saya lalu "suuzhan" pada pergeseran peran kita dari people of the book menjadi people of the screen
Maksud saya begini. Ada perbedaan mendasar antara buku (book) dan layar (screen). Perbedaan itu terletak pada karakteristik keduanya. 
Lembar-lembar buku punya huruf-huruf yang statis. Tidak bergerak. Kalaupun ada gambar, ya gambarnya tidak bergerak juga, kan? (Kita tidak sedang berada di film Harry Potter, btw). 
Warna hurufnya pun sama; selalu hitam (kecuali buku anak-anak). 
Sekarang coba kamu bayangkan layar ponsel. Membaca pada layar ponsel lebih sulit daripada buku. 
Layar ponsel memungkinkan gambar unt…

Latest posts

Hubungan Inovasi dan Geografis: Ketika Permintaan terhadap Inovasi Menjadi Begitu Pemilih

Internet of Everything: Catatan Pemikiran dari Steve Case

Menjadi Laki-laki di Jalan Raya

Langkah Sederhana Digital Detox

Sudah Tahu 4 Fakta Kepenulisan Haruki Murakami?

Pulang

Know Who You Are (Bab 1 It's Not About the Coffee)

Membuat Ulbab

Kerja Sampai Mati

Sepucuk Cinta dari Seorang Lelaki Cerewet