18 September 2016

Know Who You Are (Bab 1 It's Not About the Coffee)

theodysseyonline.com



One Hat. Ini adalah gagasan utama yang seringkali digaungkan dalam bab 1 buku It’s Not About the Coffee karangan Howard Behar. Ia punya alasan atas hal ini.

Melalui bukunya, Behar menekankan pentingnya mengenali diri sendiri sebagai langkah menemukan jatidiri. Ia bilang,

Wearing one hat is the epitome of personal leadership. It is the starting point—and the end point—of the lifelong process of discovering who you are and what you stand for.

Istilah one hat, satu topi, Behar pinjam dari tulisan Edward de Bono, Six Hat Thinking. Melalui istilah ini, Behar menekankan pentingnya mengenali diri sendiri sebagai langkah awal menuju perjalanan hidup; siapa kita, ke mana kita mau menuju, dan bagaimana cara kita mencapai tujuan itu. Dengan demikian, konsisten terhadap value diri sendiri adalah kata kuncinya.

Our personal hat, our one hat, is a metaphor for being consistent with oneself. What you see is what you get.

Kita sadar bahwa seiring bertambahnya usia, ada banyak pengaruh dari luar diri yang membuat kita tidak menjadi diri sendiri, misalnya hal-hal yang berkaitan dengan uang. Akibatnya, kita sering tidak konsisten dalam setiap keputusan/pernyataan yang kita buat. Kita merasa tidak bergairah dengan kehidupan yang kita jalani karena tidak jujur terhadap diri sendiri.

Selain itu, kita juga kadang menggadaikan ‘value’ yang kita anut, yang diajarkan orangtua sedari kecil, yang kita yakini sebagai kebenaran. Howard Behar pernah melakukan ini. Satu teguran dari rekan kerjanya membuat ia menyesalinya kemudian.

Jujurlah terhadap diri sendiri, terhadap mimpi yang akan dan sedang kamu kejar. Mimpi itu mungkin akan mengalami pergeseran, namun biasanya tidak berubah 180 derajat. Howard Behar sendiri mengira passion-nya dahulu adalah dunia furnitur. Namun, pada titik tertentu, ia menyadari bahwa manusia adalah passion-nya. Karenanya, berpindah dari perusahaan furnitur ke Starbucks tidak menjadi masalah baginya. 
Meskipun demikian, Behar mengingatkan bahwa jujur terhadap diri sendiri bukan berarti tidak menerima masukan dari orang lain. Ketika ada masukan dari orang lain, tanyakan diri sendiri, apakah masukan itu sejalan dengan nilai-nilai kebaikan, dengan tujuan hidup yang sudah kamu setting (termasuk passion yang kamu miliki), atau dengan kebenaran yang kamu yakini. Bila sesuai, masukan itu harusnya akan memperkuat dan menyempurnakan kepribadian kita.

Dalam pilihan karier yang kamu jalani, kejujuran akan diri sendiri juga membuahkan produktivitas yang baik. Behar mengutip tulisan Ken Blanchard dan Spencer Johnson, The One Minute Manager.  

“People who feel good about themselves produce good results.”

Dalam konteks organisasi, termasuk organisasi kerja alias perusahaan, one hat diterjemahkan sebagai visi. Leader punya peran penting terkait hal ini. Kejujuran dan kesetiaan manajemen perusahaan terhadap visi organisasi, pada akhirnya, akan menentukan apakah visi itu benar-benar dijalankan atau sekedar kata-kata mutiara yang menjadi hiasan di dinding kantor.

Pada bagian akhir, Howard Behar bertanya kepadamu.

  1. Apa yang kamu sukai? Apa yang membuatmu ingin melakukannya?
  2. Mimpi apa yang kamu miliki? Mimpi besar. Tuliskan.
  3. Hal-hal apakah yang menghampirimu selama proses mencapai mimpi?
  4. Hal-hal apa saja yang udah nggak mau kamu lakukan lagi?
  5. Ketika berusia 20-30an, kamu mau dikenal sebagai siapa? Bagaimana kamu ingin diingat orang?
  6. Siapakah pribadi yang memiliki pengaruh besar di sekelilingmu? Siapa yang menginspirasimu untuk maju melampaui batas potensimu?
  7. Di mana kamu mengaktualisasikan passion kamu sekarang?
  8. Apakah yang membuatmu bergerak menuju tujuan-tujuan hidupmu (goals) sekarang? Apakah kamu sedang melakukannya? Bila tidak, kenapa? Bisakah kamu melakukannya?
Pada akhir bab, ia mengungkapkan kalimat-kalimat yang saya sukai.

"When you know who you are, you will see a path of possibility literally unfold before you. You will be gently guided to follow it, or you will create your own opportunity. Each life is filled with possibilities, but most of us miss the magical places to dig. Keep your eyes open, and you will find the treasure."

(Sebelumnya: Membuat Ulbab)

2 comments:

  1. Inspiring..danke schön Domm ��. Ditunggu postingan selanjutnya hehe

    ReplyDelete